Tampilkan postingan dengan label Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arab. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2020

UNGKAPAN MARAH DALAM ARAB AMIYAH


 السلام عليكو يا جماعة الخير!
كيفك؟ إزيك؟


Ramadam kareem, shahib shahibat. Asif, baru nongol belakangan ini. Apa kabar? Masih kuat puasanya kan? Hehehe...........

Aanisah #FPG mau ngebahas kalimat-kalimat  amiyah yang biasanya dipakai sama orang Arab kalau lagi marah. Serem ! kan Ramadhan nggak boleh marah, ya?

Ini source nya dari mana aja? Biasalah...Aanisah #FPG tuh hobi banget nonton mosalsal atawa drama Arab.


                                              sumber gambar :banyumas.tribunnews.com


APA-APAAN NIH?

Fusha : مَا الأَمْرُ ؟ مَا هَذَا ؟

Amiyah :شُوْ فِى؟ إِيْش فِى ؟  (lebanon/Suriah)

شُوْ هَادْ؟ شُوْ هَيْدَا؟ (Palestina/Yordania)

شنُوَا؟ (Tunis/Aljazair/Maroko)



APA URUSANMU? MASALAH ?

Fusha : مَا شَأْنُكَ؟

Amiyah : شُوْدَخَلَكْ؟



AKU MARAH NIH

Fusha :أَنَا غَضْبَانُ!

Amiyah :بَعْدِيْن ! (sebenarnya berarti sebentar, atau nanti. Tapi sering diungkapkan ketika orang mulai marah)



FOKUS DONG......FOKUS!

Fusha :رَكِّزْ ,يَا أَخِى!

Amiyah :رَكِّزْ مَعَايَ مْنِيْحْ

KAMU KENAPA,SIH?!

Fusha :مَا ذَا بِكَ؟

Amiyah : إِنْتَ مَا لَكَ؟


SAYA NGGAK MAU KETEMU KAMU LAGI

Fusha : لَا أُرِيْدُ أَنْ أَرَاكِ مَرَّةً أُخْرَى

Amiyah : مَا بِدَّك أَشُوْفَك


SHALAWAT ATAS NABI

untuk meredakan marah biasanya orang arab menyerukan shalawat atas Nabi Muhammad

صَلُّوْا عَلَى النَّبِيّ. الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيّ

Senin, 17 Februari 2020

Mengungkapkan Keinginan Dalam Arab Amiyah (2)

Bismillah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kaif halkum ya ashaabi?
Semoga baik-baik saja. Kita akan melanjutkan pembahasan lalu mengenai mengungkapkan kata ingin dalam Arab Amiyah. Di postingan lalu, kita sudah membahas Dari segi Amiyah syam Dan sekarang giliiran Amiyah lainnya.

Dalam Amiyah Mesir, ingin artinya عايز ('ayiz) atau عاوز ('awiz). Dalam Amiyah Saudi, saya ingin artinya أبغى (abghi). Sementara ingin dalam Amiyah Iraq adalah ناوى (naawii).

عايز، عاوز، Dan ناوى adalah isim faa'il atau pelaku. Jadi perubahan cuma Ada di penambahan ta' marbuthah (ة) jika merujuk kepada wanita. Sedangkan ابغى adalah kata kerja yang mana perubahan (tashrif) tergantung pada dhamir (kata ganti) tertentu.

Gimana aplikasinya?

Contohnya saya mau playstation

Mesir : playstation انا عاوز
Saudi : playstationانا ابغى
Iraq : playstationانا ناوى

Gimana, gampang Kan? Pesan aniisah #FPG selalu : amalkan ya kosakata amiyahnya. Semoga bermanfaat untuk berkomunikasi Sama orang Arab sedunia.

Ila liqa!

Kamis, 13 Februari 2020

Mengungkapkan Keinginan Menggunakan Amiyah (1)

Bismillah
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kali ini aniisah akan membicarakan tentang mengungkapkan keinginan dalam berbagai amiyah.  Mulai dari Syam,Mesir,Arab Saudi, dan Iraq. Sebelumnya, shahib shahibat tau  nggak sih apa fusha-nya saya ingin?

Yap, uriidu. اُرِيْدُ

Kamu mau? Turiidu تُرِيْدُ . Itu kala buat cowok. Kalau cewek, turiidiina تُرِيْدِيْنَ .
Dia laki-laki yuriidu يُرِيْدُ . Dia perempuan turiidu تُرِيْدُ .

Oh Tuhan ku ingin dia, artinya apa?

Ok..ok..kembali ke pembahasan. Rakkiz !  Pertama, aniisah akan menjelaskan  ingin dalam dialek syam. 



Aku ingin
Biddi   بِدِّى

Kamu (lk) ingin
Biddak بِدَّك

Kamu (pr) ingin
Biddik  بِدِّك

Dia (lk) ingin
Bidduh    بِدُّه

Dia (pr) ingin
Bidhaa بِدْهَا

Kita ingin
Bidnaa بِدْنَا

Mereka ingin
Bidhum بِدْهُمْ


Bagaimana kalau menyatakan kebalikannya : tidak ingin?


Aku tidak ingin
مَا بِدِّى /بِدِّيش     (maa biddi/biddisy)

Kamu (lk)  tidak ingin
مَا بِدَّكَ   (maa biddak)

Kamu (pr)  tidak ingin
مَا بِدِّك   (maa biddik)

dia (lk)  tidak ingin
مَا بِدُّه    (maa bidduh)

dia(Pr)  tidak ingin
مَا بِدْهَا   (ma bidha)

Kita tidak ingin
مَا بِدْنَا (maa bidnaa)

Mereka tidak ingin
مَا بِدْهُمْ (maa bidhum)


Bersambung...

Rabu, 05 Februari 2020

Mengungkapkan Emosi Dalam Amiyah Mesir


Bismillah,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hai,  #FPG  telah kembali setelah lama hibernasi. Mulai sekarang Aniisah Febie hanya mengkhususkan diri membahas arab Amiyah. Fusha masih akan tetap lestari Bersama Ukhty Rahma.
Dalam postingan ini, focus pembahasannya adalah emosi dan perasaan dalam Amiyah Mesir. Uuuuh……kalau sudah soal perasaan tiada berujung ya, masalahnya. Pertama, bagaimana caranya menanyakan perasaan seseorang?



                                                              Source :medium.com




Haasses bi eh?
Hassah bi eh? Apa yang kamu rasakan?

Jawabnya apa dong? Tergantung perasaan shahib shahibat, sih!


Senang
muzakkar
Sa’eed
muannats
Sa’eeda
muzakkar
Farhaan
muannats
Farhaana
Sedih
muzakkar
Za’len
muannats
Za’lena
Marah
muzakkar
Ghadbaan
muannats
Ghadbaana
Capek
muzakkar
Ta’ben
muannats
Ta’bena
Stress
muzakkar
Madghoot
muannats
Madghoota
Bosan
muzakkar
Zah’en
muannats
Zah’ena
Santai
muzakkar
Mitmazzigh
muannats
Mitmazzigha
Galau/Depresi
muzakkar
Muktaeeb
muannats
Muktaeeba
Cemburu
muzakkar
Ghairaan
muannats
Ghairaana
Demam
muzakkar
Sukhun
muannats
Sukhna

Gimana? Pengetahuan shahib shahibat bertambah kan tentang kosakata amiyahnya?
Jangan tunggu nanti-nanti buat diamalkan. Practice makes perfect. Sebagaimana dalam mahfuzat, ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon tanpa buah 😉

Ila liqa!


Sumber :talkinarabic.com

Senin, 27 Januari 2020

Bahasa Arab - Kalimat nominal ( Jumlah Ismiyah)



Kalimat adalah perkataan yang berangkai kata dan bermakna. Kalimat dalam Bahasa Arab terdiri dari dua jenis, yaitu : 1.Kalimat ismiyah (kalimat yang diawali dengan kata benda / nominal), 2. Kalimat fi’liyah (kalimat yang diawali dengan kata kerja/verbal).

Sekarang kita akan membahas dari kalimat ismiyah, atau dalam Bahasa arab biasa disebut jumlah ismiyah جُمْلَة أِسْمِيَّة .


Kalimat ismiyah terdiri dari   مُبْتَدَأmubtada (subjek) dan    حَبَرkhabar (predikat).
Mubtada dapat dari isim mu’rob ( kata benda yang harakat akhirnya bisa berubah), atau dari isim mabni ( kata benda yang harakat akhirnya tetap dan tidak berubah).
Contoh : isim mu’rob : الدَّارِسُ نَاجِحٌ
         Isim mabni :  هُوَ نَاجِحٌ
Mubtada dalam kalimat ismiyah berbentuk ma’rifah ( kata yang bersifat khusus atau tertentu atau spesifi) seperti : nama orang, atau kata sifat yang diberikah alif lam (ال). Mubtada adalah isim marfu’ yaitu kata benda yang berakhiran harakat u (و), yang selalu datang di awal kalimat, dan selalu berbentuk ma’rifah, karena dalam kaidah Bahasa arab tidak diperbolehkan mubtada yang datang di awal kalimat berbentuk nakiroh. Namun mubtada bisa datang dari kata maskulin (mudzakar) atau muannas ( feminine) dan bisa pula dari kata tunggal, dual, atau jamak.
Nah, nakhiroh sendiri adalah kata benda yang bersifat umum atau tidak spesifik.
Khabar dalam kalimat isimiyah bisa berbentuk nakhiroh atau juga bisa mempergunakan isim ma’rifah. Khabar berfungsi untuk menerangkan keadaan mubtada ( subjek ). Khabar bisa berupa kata atau anak kalimat. Khabar juga berbentuk marfu’.

Mubtada dan khabar akan membentuk kalimat yang bermakna. Oleh karena itu mubtada dan khabar harus mempunyai sifat yang sama. Kalimat yang terdiri dari mubtada dan khabar harus ada penyesuaian anatara satu dengan yang lainnya dalam unsur ( tunggal, dual, dan jamak), juga jenis mudzakar dan muannas nya ( maskulin dan feminin nya).
Apabila mubtada dari kata benda yang tidak berakal. Seperti : الكراسات, الكتب, السيارات, dll maka khabarnya boleh mempergunakan kata tunggal muannas (kata tunggal feminin), seperti : الكتب جديدة. Atau kata jamak muannas , seperti : الكتب جديدات.
Mubtada dan khabar harus menggunakan isim marfu’ . Bila tunggal maka tandanya dhommah (ُ) , bila dual tanda nya alif (ا) dan nun (ن), bila jamak maskulin tandanya waw (و) dan nun (ن). Bila jamak feminin tandanya dhommah (ُ) .
Contoh – contoh kalimat ismiyah :

Tidak Berakal (غير العاقل) :
Tunggal         : هذا حيوان
Dual             : هذان حيوانان
Jamak           : هذه حيوانات

Berakal (العاقل)
Tunggal         : هذا طالب
Dual             : هذان طالبان
Jamak           : هؤلاء طلاب

Tidak Berakal (غير العاقل) :
Tunggal         : الزهرة حمراء
Dual             :ن  الزهرتان حمرآ
Jamak           : الزهرات حمراء

Berakal (العاقل)
Tunggal         : الخطيب بليغ
Dual             :الخطيبان بليغان
Jamak            : الخطباء بلغاء